Dendamku - Waktu
Apalah
arti kita dibanding waktu
apalagi jika bersekongkol dengan jarak
bukan apa-apa kita dibanding mereka
mengalah adalah salah satu jalan tengah, dimana kita hanya bisa berlapang dada
dan membendung romansa cinta
titik temu adalah hal terindah yan selalu kita nantikan
titik temu itu difrekuensi yang kuketahui, kau lantunkan nada cinta itu lembut
ditelingaku
kugambar jelas potretmu dalam ruang imaji
sungguh indah
aku bangga saat itu, ketika waktu tak lagi dapat berkutik
ketika dia lumpuh dan terpenjara pada frekuensi kesekian untuk beberapa waktu
aku tersenyum puas, seperti kau ada disini
tapi dia tetap angkuh, meski kita merintih tetap saja hanya 1/6 yang dia beri
tak lebih!
tunggu saja ketika momentum itu tiba
kau akan lumat dan turut membahagiakan momentum yang akan kita rangkai
kau akan tunduk dan berlutut dihadapanku
jarak yang katamu teman setia tak lagi menggenalmu
kau sempurna sendiri dan kesepian
aku hanya tersenyum angkuh dan menatapmu dengan seribu balasan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar